Translate

CATATAN PENULIS

Berisi tentang beberapa catatan yang penulis dapatkan sepanjang perjalanan hidup.
Penulis mencoba berbagi kepada seluruh sahabat sebagai self reminder.

15 Jun 2012

AKU CUMA INGIN DIPELUK DAN DISAPA

    Waaaah.... Masih seminggu lagi gajian. Bulan ini pengeluaran tak terdugaku bukan main banyaknya. Ada saja biaya tambahan yang harus dikeluarkan. Mama yang sakit, saudara yang butuh bantuan, dan masih banyak lagi. Uang hanya tinggal Rp. 50.000,- lagi, padahal 7 hari lagi baru terima gaji. Kepalaku pusing tujuh keliling. Bagaimana mengelola kebutuhanku selama seminggu ini, terutama untuk makan dan transport. Aku memeriksa persediaan makanan di dapur. Dan yang kutemui hanya beras yang kurasa cukup untuk seminggu. Hatiku sedikit lega. Lauk pauk, tak usah terlalu repot. Aku bisa makan dengan telur dan kecap atau bawang goreng atau sambal. Lumayan pikirku.

    Aku bergegas menuju sepeda motor untuk segera berangkat ke kantor. Kulihat bensin, ternyata masih penuh, membuat aku jadi  lega. Paling tidak aku bisa bertahan beberapa hari, setidaknya cukup untuk perjalanan dari rumah ke kantor. Dalam perjalanan aku berdoa, memohon agar Tuhan memimpin hariku dan menjaga aku agar tidak berbuat dosa dan yang paling penting, peka terhadap kehendak-Nya.

    Tanpa terasa aku sudah sampai di kantor, dan kesibukan rutin seperti hari-hari lalu mulai kujalani. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, ketika rekan-rekan seruangan mengajak aku makan siang. Kutolak dengan halus, mengingat uang yang tinggal sedikit itu. Kupikir aku sudah membawa bekal dari rumah, cukup kan untuk makan siang hari ini. Tapi ternyata mereka tidak setuju dengan penolakanku, alasannya demi kebersamaan. Akhirnya aku terpaksa mengikuti mereka, sambil berdoa semoga uangku cukup untuk hari-hari kedepan.

    Kami semua sampai di Bakmi GM, blok M, dan sudah mendapatkan meja. Entah mengapa, hatiku gundah sekali. Tapi rasanya bukan karena uang yang tinggal sedikit. Ada kerinduan yang amat sangat, ada rasa lapar, ada rasa kesepian, aku ingin dipeluk, aku ingin disapa, tapi oleh siapa? Dan aku tahu itu bukan perasaanku sebenarnya. Aku berdoa sejenak dalam hati, memohon agar aku peka akan kehendak-Nya.

    Seperti ada yang menarik, aku beranjak dari tempat dudukku dan pergi keluar restauran. Kemudian aku menyeberang jalan, dan persis di depan pagar, jantungku berdebar keras, mataku mencari-cari, tanpa tahu persis siapa yang aku cari.

    Sekejap mataku langsung menatap seorang lelaki muda yang tampaknya tanpa busana dan menutupi badannya dengan kardus. Matanya nanar, bersimbah air mata. Tangannya tidak tengadah sebagaimana pengemis yang meminta-minta pada orang yang lalu lalang. Bibirnya gemetar, seperti menahan dingin dan lapar. Hatiku teriris, mataku berlinang air mata, dan entah mengapa aku berjalan dengan cepat menuju tempatnya berdiri. Kupeluk ia dengan kencang, sambil berbisik, kukatakan bahwa aku mengerti apa yang dia rasakan. Tindakanku ini sama sekali bukan karena aku baik, tapi lebih didorong oleh perasaan dalam hatiku yang sulit kujelaskan. Aku tersenyum padanya dan menyuruhnya untuk tetap tinggal disitu sementara aku pergi.

    Setengah berlari aku pergi ke dalam pasar, untuk membeli kaos, celana pendek, sarung, sandal jepit, serta nasi bungkus. Kubelanjakan seluruh uangku, dan lucunya masih kembali sebesar Rp. 10.000 rupiah. Namun aku tidak sempat berpikir lama, segera kuambil barang-barang itu dan berlari kembali ke tempat dimana lelaki muda itu berada. Aku membantunya mengenakan pakaiannya dan menuntun tangannya yang gemetar untuk membuka nasi bungkus dan air minumnya. Tidak ada rasa jijik, tidak ada rasa malu, tidak ada rasa apapun dalam diriku, kecuali rasa kasih yang luar biasa. Setelah beberapa suap, ia mulai tidak lagi gemetar tetapi matanya tetap berair. Katanya, ia berdoa pada Tuhan, supaya Tuhan mau peduli padanya, mau memeluknya, sekalipun ia sudah menjadi orang yang terbuang dan terlupakan bagi orang lain.

    Aku terdiam, sungguh tak dapat berkata apapun. Kugenggam tangannya dan kuberikan sisa uang Rp. 10.000,- tadi sambil berkata bahwa aku tidak punya apa-apa yang berharga untuknya. Lalu ia menatapku dengan senyum bahwa ia sudah menerima lebih dari yang diharapkannya. Ia cuma minta dipeluk, cuma minta disapa, sebagaimana manusia lainnya. Lalu aku memohon diri padanya dan meminta ia untuk selalu berdoa dan berharap pada Tuhan. Aku berkata dalam hati jika mungkin Tuhan mengirimku untuk menjadi perpanjangan tangan-Nya, maka Dia pasti akan memeliharaku. Ia mengangguk, dan melambaikan tangan dan aku menangkap sukacita yang dirasakannya.

    Aku kembali ke restauran, dan kulihat sudah ada mie kesukaanku diatas meja. Kulahap habis tanpa basa basi, tanpa juga mengingat uang yang sudah tidak kumiliki. Pikirku, TUHAN pasti menjagaku. Benar saja, setelah selesai temanku mentraktir kami karena ternyata ia mendapat promosi jabatan hari ini.

    Hari itu aku begitu bahagia, sekalipun tak sepeser pun uang ada padaku. TUHAN menunjukkan padaku bahwa Dia benar-benar menjagaku. Baik bensin di motor, maupun persediaan makananku habis persis saat aku gajian. Ajaib!!!

    Dia sungguh Allah yang ajaib dan Dia benar-benar mengasihiku. Sekarang aku tahu apa arti itu bagiku. Tuhan telah mengajarkan padaku untuk melakukannya, tanpa perlu merasa khawatir serta percaya penuh atas semua renca indah-Nya. Aku bersyukur dan dalam hati berjanji, untuk selalu peka terhadap kehendak-Nya.

    Terima kasih Tuhan, bisikku lirih.

    Share

TUHAN , TAKDIR & SETAN


Ada seorang pemuda yang mencari seorang guru agama, pemuka agama atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya sang pemuda itu menemukan seorang bijaksana.

Pemuda : Anda siapa? Bisakah menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Bijaksana : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.
Pemuda : Anda yakin? Sedang profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Bijaksana : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
Pemuda : Saya punya 3 buah pertanyaan.
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukkan wujud Tuhan kepada saya.
2. Apakah yang dinamakan takdir?
3. Kalau setan diciptakan dari api kenapa dimasukkan ke neraka yang terbuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat setan, sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba sang orang bijaksana tersebut menampar pipi si pemuda dengan keras.

Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya?
Bijaksana : Saya tidak marah... Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan.
Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Bijaksana : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Tentu saja saya merasa sakit.
Bijaksana : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
Pemuda : Ya.
Bijaksana : Tunjukkan pada saya wujud sakit itu !
Pemuda : Saya tidak bisa.
Bijaksana : Itulah jawaban pertanyaan pertama. Kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudNya.
Bijaksana : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak.
Bijaksana : Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?
Pemuda : Tidak.
Bijaksana : Itulah yang dinamakan Takdir.
Bijaksana : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda : Kulit.
Bijaksana : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : Kulit.
Bijaksana : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Sakit
Bijaksana : Walaupun setan dan neraka sama terbuat dari api, neraka tetap menjadi tempat menyakitkan untuk setan.

24 Mei 2012

A LETTER FOR MYSELF

Disaat kamu ingin melepaskan seseorang..

Ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya.. 
Disaat kamu mulai tidak mencintainya... 
Ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya.. 
Disaat kamu mulai bosan dengannya... 
Ingatlah selalu saat terindah bersamanya 
Disaat kamu ingin menduakannya... 
Bayangkan jika dia selalu setia 
Saat kamu ingin membohonginya... 
ingatlah disaat dia jujur padamu.. 
Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu.. 

Jangan sampai disaat dia tidak di sisi, baru menyadari semua arti dirinya untukmu.. 

Yang indah hanya sementara.. 
Yang abadi adalah kenangan.. 
Yang ikhlas hanya dari hati.. 
Yang tulus hanya dari sanubari.. 
Tidak mudah mencari yang hilang.. 
Tidak mudah mengejar impian.. 
Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada.. 
Karena walaupun telah tergenggam namun bisa terlepas juga.. 

Ingatlah pada pepatah "Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini" 

Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif.... 

Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas.. 
Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa.. 
Namun ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi.. 
Sehelai benang pun tak bisa dimiliki.. 

Apalagi yang mau diperebutkan.. 
Apalagi yang mau disombongkan.. 

Jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani.. 
Jangan terlalu perhitungan.. 
Jangan hanya mau menang sendiri.. 
Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita.. 
Belajarlah tiada hari tanpa kasih.. 
Selalu berlapang dada dan mengalah.. 
Hidup ceria, bebas leluasa.. 
Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan.. 
Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan.. 
Tak ada dendam yang tak bisa terhapus.. 

"Tuhan.. Jauhkanlah aku dari mimpi-mimpi burukku dan bangunkanlah aku dalam keadaan sadar yang sesadar-sadarnya" 

ENJOY YOUR LIFE

Kapankah terakhir kali kita memperhatikan matahari terbenam? 

Berapa banyakkah keindahan hidup yang telah kita biarkan berlalu tanpa kita sadari? 

Seperti, keremajaan belahan jiwa kita, yang kita biarkan melapuk ke dalam kerutan usia, saat kita sibuk mengejar uang dan status? 

Seperti, suara bayi yang imut-imut dan harum kulitnya, yang lebih lembut daripada sutra, yang dibiarkan menua dan mengasar dalam perilaku nakal anak-anak yang diterbengkalaikan oleh orang tuanya? 

Kapankah kita melambatkan langkah untuk memperhatikan keindahan dari kehidupan ini? 

Kehidupan ini indah sekali. Tak ada kemarahan dalam penderitaan yang bisa merusaknya, dan tak ada pujian dan kekaguman yang mampu menambah keindahannya. 

Hidup ini indah. 

Dia tersenyum penuh berkah saat kita mensyukurinya, dan tetap tersenyum anggun dan damai walau kita menghujat dan menyalahkannya atas kelemahan hidup kita. 

Hidup ini lebih indah daripada yang bisa kita katakan. 

Syukurilah..

SYUKURI APA YANG ADA

Dalam hitam ada putih.. 
Dalam putih ada hitam.. 
Tergantung mana yg kita perhatikan.. 

Mendengar anggota keluargaku ngomel di rumah, berarti aku masih punya keluarga. 
Merasa lelah dan pegal linu setiap sore, itu berarti aku mampu bekerja keras. 
Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu di rumah, itu berarti aku punya teman. 
Pakaianku terasa agak sempit, itu berarti aku makan cukup. 
Mencuci dan menyetrika tumpukan baju, itu berarti aku memiliki pakaian. 
Membersihkan halaman rumah, jendela, memperbaiki talang dan selokan, itu berarti aku memiliki tempat tinggal. 
Mendapatkan rekan kerja/bisnis yang mengesalkan menandakan karier/bisnisku masih bergerak dan hidup. 
Mendapatkan banyak komplainan dari customer kita menandakan bahwa customer kita masih ada dan masih loyal serta menginginkan perubahan ke arah lebih baik. 
Mendengar nyanyian suara yang fals, itu berarti aku bisa mendengar. 
Mendengar bunyi jam alarm di pagi hari, itu berarti aku masih hidup. 

Akhirnya… 
Banyak hal yang dapat kita syukuri setiap hari..

22 Jan 2012

TANPA JUDUL



Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup.. pintu yang lain dibukakan.

Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.
Dalam hidup terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan.
Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahwa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia.

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat kamu ingin pergi.
Jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.
Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan.
Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa sakit hati.

Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum.
Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.

Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kamu bahagia.
Cukup cobaan untuk membuat kamu kuat.
Cukup penderitaan untuk membuat kamu menjadi manusia yang sesungguhnya.
Dan cukup harapan untuk membuat kamu positif terhadap kehidupan.

Yang memimpin wanita bukan akalnya, melainkan hatinya.
Hari ini bila ia datang, jangan biarkan ia berlalu pergi.
Esok kalau ia masih bertandang, jangan harap ia akan datang kembali.
Sesuatu yang baik, belum tentu benar.
Sesuatu yang benar, belum tentu baik.
Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga.
Sesuatu yang berharga, belum tentu bagus.

Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya.
Tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.
Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan.
Kita tidak dapat meneruskan hidup dengan baik jika tidak dapat melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

13 Okt 2011

DILEMA MORAL



Pahami  pertemanan atau persahabatan yang sejati.
Ada sebuah pertanyaan bagus, cobalah menjawab.

Ketika Anda sedang menyetir sendirian dengan mobil kecilmu di tengah malam, hujan deras, banyak petir dan agak jauh dari perumahan penduduk. Tapi tiba2 saja mobil anda dihentikan oleh 3 orang yang sedang menunggu tumpangan:
1. Perempuan tua yang sekarat dimana dia membutuhkan pertolongan secepatnya.
2. Seorang teman lama yang pernah menyelamatkan hidup anda.
3. Partner sempurna yang anda impikan selama ini.

Orang manakah yang anda akan pilih untuk ikut bersama anda?
Karena mobil anda kecil, jadi hanya bisa memuat 1 orang bersama pengemudi.

Pikirkanlah baik2!!!! (sebelum menjawab)

Sebuah Dilema Moral untuk memilih yang terbaik bagi anda dan sesama.

A. Membawa wanita tua itu karena sangat butuh pertolongan darurat. Dia tidak punya banyak waktu untuk menunggu.
B. Memilih teman lama yang pernah menyelamatkan hidup anda. Ini adalah waktu yang tepat untuk membalasnya.
C. Partner yang sempurna. Orang yang belum tentu akan anda temui lagi seumur hidup.

Telah banyak yang menjawab pertanyaan ini, dan mereka memilih yang terbaik menurut mereka (dalam hal ini tidak ada jawaban yang benar atau salah karena masing2 memiliki pendapat dan skala prioritas).

Tetapi hanya ditemukan 1 (satu) jawaban yg mengejutkan!!!!

Seorang lelaki tengah baya telah menjawab dengan simpel :
"Saya akan memberikan kunci mobil saya kepada teman lama yang pernah menyelamatkan hidup saya dan meminta dia untuk mengantarkan wanita yg sekarat itu"
"Dan saya akan berdiri di samping partner yang saya idamkan, sambil menunggu tumpangan yang akan lewat"

Insight :
Sometimes, we gain more if we are able to give up our stubborn thought limitations.
Never forget to "Think Outside of the Box"


1 Sep 2011

BUKU KEHIDUPAN


Hidup Manusia seperti Sebuah BUKU....

Cover depan adalah tanggal lahir.
Cover belakang adalah tanggal kematian.

Tiap lembarnya, adalah tiap hari dalam hidup kita dan apa yg kita lakukan.

Ada buku yg tebal,
Ada buku yg tipis.

Ada buku yg menarik dibaca,
Ada yg sama sekali tidak menarik.

Sekali tertulis, tidak akan pernah bisa di-edit lagi.

Tapi hebatnya,
seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yg putih bersih, baru dan tiada cacat.

Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin,
Tuhan selalu menyediakan hari yang baru untuk kita.

Kita selalu diberi kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yg benar dalam hidup kita setiap harinya.
Kita selalu bisa memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita kedepannya sampai saat usia berakhir, yang sudah ditetapkanNYA.

Terima kasih Tuhan untuk hari yang baru ini..

Syukurilah hari ini....
dan isilah halaman buku kehidupanmu dgn hal2 yg baik semata.

Dan jangan pernah lupa untuk selalu bertanya kepada Tuhan, tentang apa yang harus ditulis tiap harinya.

Supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupan kita selesai, kita dapati diri ini sebagai pribadi yg berkenan kepadaNYA.

Dan buku kehidupan itu layak untuk dijadikan teladan bagi anak2 kita dan siapapun setelah kita nanti.

Selamat menulis di buku kehidupanmu,
Menulislah dengan tinta cinta dan kasih sayang, serta pena kebijaksanaan.

Aku berdoa dan berharap :
"Agar Tuhan selalu menyertai setiap langkahmu"
..........karena.........
Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa :
Langit itu selalu biru,
Bunga selalu mekar,
dan Mentari selalu bersinar..

Tapi ketahuilah bahwa Dia selalu memberi :
Pelangi di setiap Badai,
Senyum di setiap Air Mata,
Berkah di setiap Cobaan,
dan Jawaban di setiap Doa.

Jangan pernah menyerah,Terus berjuanglah, kawan...
Do your best.. and GOD will do the rest..

16 Jul 2011

KESABARAN BERBUAH MANIS


Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran…
“Ayah, ayah” kata sang anak… “Ada apa?” tanya sang ayah…..

“Aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati-matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek.…

Aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…

Aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman-temanku, sedang teman-temanku seenaknya saja bersikap kepadaku…

Aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…

Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” Anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.

Dan akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…

“Waaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.

“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya. ” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”

” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”

” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu" 


"Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi, bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melewati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangat indah" 

Seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku” 
” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar” 

Aku tahu, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat… Begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu"

"Tapi ingatlah anakku, ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri" 

"Maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri, seorang pemuda yang kuat, yang tetap tabah karena ia tahu ada Tuhan di sampingnya, maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang maka kau tahu akhirnya kan?”

” Ya ayah, aku tahu sekarang, aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini. Sekarang aku mengerti, terima kasih ayah, aku akan tegar saat yang lain terlempar ” 
Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.